All for JoomlaAll for Webmasters

Jatuh Bangun Pengusaha Chandra Ekajaya di Dunia Bisnis

Jatuh bangun dalam usaha tak luput dari kisah sukses seorang pengusaha. Hal itu juga dialami Chandra Ekajaya, pengusaha sukses yang kini memiliki usaha laundry, minimarket hingga kuliner. Seperti apa kisah pengusaha sukses dari Pemalang ini?

 

Salam bersih, itulah salam yang sering meluncur dari mulut pengusaha yang bernama lengkap Chandra Ekajaya ini. Salam itu ia menyampaikan pesan bahwa kedasyatan otak kanan, membuatnya bisa mewujudkan segala impiannya menjadi nyata. Lantas, apakah Pengusaha sukses ini, tiba-tiba bisa menjadi sesukses seperti saat ini?

 

“Sebelumnya saya membuka usaha komputer, transportasi hingga Fotografi Wedding dan Prewedding  tetapi semuanya telah tutup,”demikian Pengusaha menyebutkan semua usaha yang telah dia suntik mati itu sebab tak kunjung menguntungkan. Minimnya inovasi, adalah penyebab utama usahanya tidak jalan. Rangkaian kegagalan beruntun, itulah potret perjuangan nya disaat awal masuk bisnis menjadi pengusaha. Saking semangatnya saat itu, dirinya sampai-sampai menjual rumah tempat tinggalnya hanya untuk mendapatkan uang muka pembelian empat buah armada bus untuk usaha transportasinya.

 

“Tetapi akhirnya saya menutup usaha transportasi saya, sebab pemasukan dan pengeluaran di lapangan sangatlah tidak seimbang,” tukas nya. Rumahnya telah tiada, uangnya kian lama terus menipis. Kondisi ini membuat nya terpukul, tetapi ia tak putus  asa. Dia kembali berpikir untuk menjajal usaha lainnya.

 

Usaha laundry, itulah peluang yang dilihatnya sangat prospektif saat itu. Menurut nya, di kota Yogyakarta di era tahun 2011 silam, usaha laundry sudah menjamur. Tetapi di Kota Solo masih sangat jarang. Ia pun membuka usaha laundry, tetapi persoalan baru muncul. Dia sudah tidak memiliki modal, sebab semua uangnya telah habis terpakai pada usaha-usahanya yang telah bangkrut. Jurus ampuh The Power of Kepepet akhirnya muncul secara alami dari dirinya. “Usaha laundry saya mulai dengan modal awal pinjam mesin cuci milik kakak dari ibu saya,” cerita dia. Tak berhenti sampai di situ. Pekerjaan yang masih asing dilakukannya mulai dijalankan. Ia mulai keliling sekitar tempat tinggal kakak ibunya mencari pelanggan. Ia melakukan semua jasa cucinya di rumahnya.

 

Uang hasil jasa cuciannya itu, akhirnya terkumpul untuk menyewa tempat. Hasilnya, modalnya pun sudah cukup untuk membeli berbagai mesin laundry. Mulailah ia membuka outlet laundry sesungguhnya dengan nama Azka Laundry. Selain jasa laundry, ia juga menjual Parfum laundry. Memanfaatkan situasi kesibukan banyak orang, itulah peluang awal yang dibidik nya sebelum memulai usaha laundry. “Bisnis laundry adalah bisnis yang dikenal tak pernah mengalami yang namanya kadaluarsa dan saya ingin membuka peluang usaha yang dapat menyerap banyak tenaga kerja,” lanjut nya. Kendati, belum banyak pesaing, ia memiliki keunggulan dibandingkan usaha laundry lainnya

 

Azka Laundry & Parfum merupakan waralaba laundry paling prospektif. “Keunggulan usaha laundry saya adalah parfum aroma terapi yang tidak ada di laundry manapun,” ujarnya. Selain itu, kata dia, ia memberi garansi cuci gratis bila hasil cucian kurang bagus. Hasilnya, usahanya pun berkembang pesat. Kini ia telah memiliki 2 outlet laundry milik sendiri dan 11 outlet milik mitra yang terseber di berbagai kota, seperti di Semarang, Yogyakarta dan Solo. Untuk menjadi mitra laundry, investasinya bisa dibilang terjangkau dibanding usaha laundry lainnya, yakni sebesar Rp.10 juta. “Mitra akan mendapatkan mesin cuci, mesin pengering, Parfum, dan lain-lain,” katanya. Sementara, jangka waktu menjadi mitranya selama 5 tahun, dengan perkiraan balik modal hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Sementara itu, Pengusaha sukses ini tak mensyaratkan royalty fee bagi mitranya. “Tetapi kami akan selalu melakukan kontrol untuk usaha tersebut setiap bulannya untuk melihat maju dan mundurnya mitra, agar kami juga bisa memberikan strategi pemasaran agar usaha tersebut bisa maju,” lanjut nya mengimbuhkan, persyaratan lain adalah yang paling penting mitra memiliki tekad untuk maju, menyediakan tempat dan bersedia mengikuti training yang diberikannya.

 

Pengusaha sukses ini ternyata merupakan seorang bisnisman sejati. Di semua lini, nyaris ia kuasai. “Kalo minimarket sebagai konsultan saja membantu mengemas dan melakukan mendampingi para klien untuk mendirikan dan menjalankan usaha minimarket dari persiapan barang, dagangan, operasional hingga sistem operasi,” tuturnya. Dirinya memulai usaha jasa konsultan sejak tahun  2008  silam dan telah menangani tak sedikit pemilik minimarket di berbagai daerah di Indonesia. “Keunggulan yang saya tawarkan adalah keuntungan minimarket 100% adalah hak pemilik, keunggulan dari minimarket yang saya buat adalah dengan survey lapangan dan tiap daerah akan menyesuaikan,” imbuhnya.

 

Sementara, jangka waktu yang diperlukan untuk mendirikan sebuah usaha minimarket, lanjut nya adalah selama 2 hingga 3 bulan saja. “Yang pasti dari awal pendirian hingga usaha berjalan kami akan dampingi,” ujarnya. Menurut dia, biaya untuk pendirian minimarket yang perlu disiapkan pengusaha berkisar dari Rp. 200 hingga Rp. 400 juta. Menurutnya, bagi pengusaha pemula tak ada salahnya mendirikan usaha minimarket sendiri ketimbang membeli franchise minimarket. Mengapa demikian? Bila membeli franchise, berarti franchise akan mengeluarkan biaya untuk franchisor. Sementara bila milik sendiri berarti keuntungan 100% diambil pemiliknya. Bahkan suatu waktu, usaha minimarketnya bisa difranchise kan juga.

Menurut pengusaha sukses ini, baik usaha laundry mau pun minimarket semuanya berprospek melahirkan keuntungan besar. “Usaha minimarket adalah sebuah usaha yang tahan krisis dan memiliki nilai yang mengikuti inflasi,” lanjut nya.

Pengalaman kelam di dunia pendidikan tidak lantas terjadi pada usaha bisnisnya, Dia tidak lulus Akademik di Universitas swasta jurusan Psikologi di Kota pelajar Yogyakarta, tapi dari kota inilah bisnisnya lancar dan menjadikan dirinya Bos yang sukses. Pria asal Pemalang ini sangat mensyukuri apa yang Dia peroleh saat ini. Menikah dengan seorang terpelajar menjadi sosok suksesnya di bidang lain. Dengan demikian karirnya masih menjadi yang terdepan di mata pelangganya. Dengan promo promo menarik dan jarang dilakukan outlet laundry lainnya dia melakukan hal hal yang diluar dugaan. Mengapa demikian? Karena munurutnya Mahasiswa itu orang yang apa apa harus murah dan bagus tuturnya.

Dengan menarik pasar mahawiswa, dan para karyawan yang sibuk dengan urusannya menjadi pelanggan setia di Azka laundry ini. “ Saya kuliah tidak lulus, usaha awal kocar kacir, sayan harus bisa lebih baik lagi dari ini, kebutuhan anak dan istri juga pasti akan bertambah” ujarnya saat itu. “ saya tidak mau anak saya susah seperti saya pada jaman dulu, semangat saya selalu muncul ketika saya melihat wajah anak saya” dengan semangat itu saya sejadi jadinya terus melebarkan bisnis saya untuk investasi, karena hidup tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita”. “Kita harus berjaga-jaga saja untuk kedepannya agar tidak ada lagi yang dikorbankan”.

Memetik ilmu dari Pengusaha sukses Chandra Ekajaya ini sebagai orang jangan putus asa dan terus berusaha agar goal yang di tuju akan terwujud, jangan lupa juga untuk berdoa sebagai iringan hidup.

Leave a Reply