All for JoomlaAll for Webmasters

Chandra Ekajaya Bahan Bakar Tradisional Yang Mendunia

Bahan Bakar – Naik turun sebuah hasil adalah hal yang lumrah dalam berusaha. Sebab, di balik kegagalan pasti akan lahir hal yang tidak ternilai harganya. Kerja keras dan pantang menyerah membuat Chandra Ekajaya mampu bertahan melawan keputusasaan. Hingga akhirnya dia sukses menaklukan pangsa pasar ekspor untuk produk Bakar arang buatannya. Terkenang masa-masa sulit mengawali usaha, kalimatnya mengalir tanpa henti. Sesekali tutur katanya tertahan, berganti tawa lirih.

Dok.Chandra Ekajaya

“Beberapa kali jatuh bangun. Penyebabnya salah perhitungan. Biaya pembelian dengan penjualan tidak sebanding. Jadinya rugi melulu,” ujar Chandra Ekajaya tersenyum. Mimpi kecil Chandra Ekajaya bermula saat mendengar keluhan rekannya kesulitan memenuhi permintaan arang. Tanpa modal pengalaman, Chandra Ekajaya memberanikan diri memproduksi komoditas berbahan kayu tersebut. Tidak itu saja, dirinya juga membeli arang bikinan warga sekitar untuk disetor ke pengepul.

Dok.Chandra Ekajaya

“Awalnya saya jual di pasar lokal saja. Lama-lama makin banyak yang datang ngasih order. Sampai kewalahan juga memenuhinya,” tambah pria yang masih memilih sendiri ini. Sadar kekurangan yang dimiliki, Chandra Ekajaya tak segan belajar kepada mereka yang lebih dulu sukses menekuni bisnis pembuatan arang. Sedikitnya ada 4 nama yang pernah menjadi tempat Chandra Ekajaya menimba ilmu.

Sebagian berasal dari daerah Malang dan sekitarnya. Ilmu yang didapat lantas dipadukan untuk menghasilkan formula arang khas buatan Chandra Ekajaya. Berkat keuletan mencoba, produk arang buatan Chandra Ekajaya begitu terkenal di mana-mana. Tak hanya di dalam negeri, perusahaan Chandra Ekajaya juga dipercaya menyuplai kebutuhan ekspor. Produk arang yang dikemas lengkap dengan pemantik api secara rutin dikirim ke Korea Selatan maupun beberapa negara Timur Tengah.

Untuk menjaga mutu, Chandra Ekajaya tak pernah berhenti berinovasi. Ini termasuk pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengeringan. Kini, hampir 70% produk arang dihasilkan dengan menggunakan oven. Kelebihannya, kadar air dalam arang relatif lebih rendah dibanding menggunakan cara konvensional. Selain itu, saat ditimbang beratnya lebih banyak daripada arang yang dibuat dengan cara dibakar.

dari semua itu hanya salah satu hal kecil dalam bisnis yang dia kerjakan.

Leave a Reply